Sunday, 13 May 2018

Anemia Pada Ibu Hamil

Banyak sekali masalah yang bisa menimpa ibu hamil. Salah satu dari banyak di antaranya, adalah anemia. Yap. Anemia pada ibu hamil tidak boleh dikecilkan dan dianggap remeh. Pada dasarnya, anemia pada ibu yang sedang mengandung bisa menjadi masalah yang teramat serius ketika menimpa ibu yang sedang hamil. Untuk Anda yang sedang hamil, penting bagi Anda untuk menyadari keberadaan anemia sedari dini. Anemia adalah salah satu risiko yang wajib sedari dini diwaspadai. Mengapa demikian? Anemia dapat menjadi sebuah risiko yang mengancam janin dan nyawa ibu yang sedang hamil. Pun, ini berkaitan erat dengan kesehatan ibu dan janin. Anemia pada ibu hamil yang tidak ditangani dengan benar dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang berbahaya, seperti persalinan prematur. Selain itu, anemia juga dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah pada bayi. Pada sisi ibu, anemia dapat meningkatkan risiko depresi pasca persalinan dan kematian ibu pasca persalinan. Seram, ya?

Apa Itu Anemia?

Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Wiknjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002).




Anemia sendiri adalah kondisi di mana ibu hamil memiliki kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari 12 gr% (Wiknjosastro, 2002). Sedangkan anemia pada kehamilan adalah kondisi di mana ibu hamil memiliki kadar hemoglobin di bawah 11gr% di trimester satu dan tiga atau kadar hemoglobin kurang dari 10,5 gr% pada trimester dua (Saifuddin,2002) Poin menurut studi resmi akan penulis tinggal sampai di sana. Tidak akan ada pembahasan akademis pada artikel kali ini. Melainkan, informasi yang lebih terfokus dibahas oleh penulis lebih mengarah pada tindakan preventif dan pembahasan informasi yang berkaitan dengan pembahasan lebih mudah untuk dibaca, diserap, dan dimengerti.

Anemia Pada Ibu Hamil – Kenali Gejalanya!
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ini bisa juga Anda jadikan prinsip untuk mengenali gejala anemia lebih awal. Kenapa demikian? Pada dasarnya, ibu hamil membutuhkan asupan sel darah untuk mendukung perkembangan janin lebih banyak dari wanita normal. Anemia di ibu hamil bisa dan sangat memungkinkan menjadi penyebab kebutuhan sel darah tidak tercukupi nantinya. Ini dapat berakibat pada pasokan oksigen yang disalurkan di jaringan tubuh menjadi sedikit dan terbatas. Perlu Anda cermati lebih lanjut, anemia pada ibu hamil bisa sangat mirip pada gejala hamil pada umumnya yang bisa Anda alami. Lebih lagi, anemia ringan yang mungkin gejalanya tidak dapat terlihat dengan jelas tanpa bantuan ahli. Bagaimana cara mengenali anemia untuk ibu yang sedang hamil? Bila semakin parah, Anda bisa mengenalinya dengan beberapa cara dan melihat gejala yang muncul, antara lain:  
  1. Cepat lelah dan merasa lemah
  2. Kulit tampak pucat
  3. Denyut jantung tidak teratur
  4. Sesak napas
  5. Nyeri dada dan sakit kepala.
Pun, selain itu, ada beberapa gejala yang sangat jarang terjadi, namun bisa menjadi acuan untuk mengenali gelaja anemia pada ibu hamil, antara lain:
  1. Merasa gatal-gatal
  2. Perubahan pada indera perasa
  3. Rambut rontok
  4. Telinga berdenging
  5. Sariawan di pinggir mulut.
Sekadar informasi tambahan, untuk mengenali gejala anemia lebih lanjut, tes darah perlu dilakukan. Pemeriksaan dan tes darah untuk pengenalan gejala anemia adalah cara yang terbaik, tepat, dan akurat untuk mendeteksi lebih dini gelaja anemia pada ibu yang sedang mengandung janin.

Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia Pada Ibu Hamil
Ada beberapa cara untuk mengatasi anemia untuk ibu hamil. Sekadar informasi tambahan, pada dasarnya, ibu hamil memerlukan kurang lebihnya 27 miligram zat besi setiap harinya. Pun, untuk mengatasi anemia, beberapa cara dapat Anda lakukan, antara lain akan dijabarkan pada poin di bawah ini.

Konsumsi suplemen zat besi terus menerus

Suplemen zat besi yang umum diberikan adalah ferrous sulphate, yang dikonsumsi 2-3 kali per hari. Namun, sebagian orang mengalami efek samping dari konsumsi suplemen zat besi ini, seperti sakit perut, diare atau konstipasi, nyeri ulu hati, mual, atau tinja yang berwarna gelap. Konsultasi ke dokter jika Anda merasakan efek samping ini setelah mengonsumsi suplemen zat besi.

Tambah asupan makanan dengan kandungan zat besi

Bukan hanya suplemen, kurangnya zat bisa bisa Anda kelola dengan cara menata pola makan yang sehat dan juga teratur. Mengonsumsi asupan makanan dengan kandungan zat besi yang banyak bisa dilakukan sebagai cara pencegahan anemia pada ibu hamil.
Konsumsi makanan dengan gizi seimbang serta menambahkan tiga porsi makanan kaya zat besi bisa dilakukan. Beberapa makanan yang kandungan zat besinya cukup di atas rata-rata, antara lain - Ikan, daging merah, ayam.
  1. Sayur berwarna hijau gelap
  2. Kacang-kacangan dan biji-bijian
  3. Sereal yang sudah difortifikasi zat besi
  4. Telur dan tahu.

Penuhi kebutuhan vitamin C

Dengan adanya vitamin C yang terpenuhi kebutuhannya pada tubuh, penyerapan zat besi akan lebih maksimal. Dengan memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh, akan terasa banyak sekali manfaatnya. Pun, pencegahan yang terbaik anemia untuk ibu hamil bisa Anda lakukan dengan asupan vitamin Cyang cukup.
Kombinasi zat besi, suplemen, gizi lain, dan vitamin C akan semakin optimal sebagai langkah pencegahan anemia pada ibu hamil.

Anemia Pada Ibu Hamil Rating: 4.5 Posted By: Razakazar