Tuesday, 21 February 2017

Mengenal Bahaya dan Cara Mengatasi Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hipertensi pada ibu hamil - Siapa sih ibu yang tidak senang jika mendengar bahwa dirinya hamil? Well, hampir kebanyakan perempuan tentunya bersyukur apabila ada nyawa lain yang ada dalam rahim hasil buah cinta dengan orang terkasih.

Kehamilan memang menjadi momen membahagiakan, namun disisi lain hamil menjadi sebuah perjuangan dari perempuan. Perubahan hormonal, emosi, dan bentuk tubuh menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari dalam kurun waktu sembilan bulan masa mengandung.

Salah satu hal umum yang mungkin terjadi selama Anda mengandung adalah hipertensi. Eits, jangan langsung panic dulu sebab tidak semua hipertensi dalam kehamilan langsung membahayakan lho. Faktanya, gejala ini hampir sekitar 10% ibu hamil mengalami hal ini lho.
bahaya dan cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil
 Jadi, apakah hipertensi pada ibu hamil itu? Bagaimanakah cara penanganannya? Daripada penasaran, mari simak informasi selengkapnya berikut ini:
  • Apa sih hipertensi pada kehamilan?
Hipertensi pada ibu hamil sendiri merupakan sebuah keadaan dimana tekanan darah lebih tinggi dari ukuran individu normal. Hipertensi pada kehamilan sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor namun yang paling umum adalah pola hidup tidak sehat yang dijalankan sang ibu. Anda yang merokok, kelebihan berat badan, serta mengonsumsi alkohol berpotensi terserang hipertensi lebih tinggi dari yang lain ketika hamil.
  • Adakah jenis-jenis hipertensi pada ibu hamil?
Hipertensi pada ibu hamil dibagi menjadi beberapa tipe, antara lain:
  1. Hipertensi kronis – merupakan hipertensi yang umum terjadi sebelum kehamilan hingga minggu ke-20 masa kehamilan.
  2. Hipertensi gestasional – adalah gangguan tekanan darah yang terjadi setelah kehamilan 5 bulan (20 minggu) tanpa disertai peningkatan protein pada urin. Hipertensi ini umumnya akan mengilang dengan sendirinya setelah 12 minggu persalinan.
  3. Preeklamsia – merupakan hipertensi yang umum terjadi setelah 20 minggu kehamilan dengan peningkatan protein dalam urin. Preeklamsia ini sendiri dibagi menjadi dua, yaitu preeklamsia ringan (ketika tekanan darah dibawah 160/110) dan preeklamsia berat (tekanan darah melebihi 160/110).
  4. Hipertensi kronis dengan preeklamsia – Inilah hipertensi pada ibu hamil paling parah yang ditandai dengan kejang-kejang pada sang ibu.
  • Adakah bahaya hipertensi pada ibu hamil?
Hipertensi pada ibu hamil yang tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan beberapa masalah serius, antara lain:
  1. Aliran darah ke plasenta berkurang yang menyebabkan bayi kekurangan nutrisi dan oksigen
  2. Pertumbuhan bayi terhambat
  3. Potensi kelahiran premature menjadi lebih besar
  4. Plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan
  5. Bayi beresiko meninggal dalam kandungan
  6. Ibu berpotensi mengalami penyakit kardiovaskular
  • Bagaimana cara menangani hipertensi pada ibu hamil?
Hipertensi pada ibu hamil bukanlah sesuatu yang harus sangat ditakuti apabila ditangani dengan benar. Hal pertama yang harus dilakukan untuk menanggulanginya adalah dengan mengikuti pola hidup sehat dan mengentikan berbagai kebiasaan buruk. Hindari makanan atau minuman yang dapat memicu tekanan darah tinggi dan perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Anda juga wajib memeriksakan diri ke dokter kandungan terdekat secara rutin. Hal ini cukup penting dilakukan agar Anda tetap dapat memastikan bahwa diri dalam keadaan baik-baik saja atau mendapatkan penanganan paling tepat apabila mengalami hal ini. Terakhir, jangan sembarangan mengonsumsi obat penurun tekanan darah apabila tidak mengetahui keamanannya.

Itulah beberapa informasi terlangkap yang dapat dibagikan mengenai bahaya dan cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil. Anda tidak perlu takut mengalami kondisi ini kok, selama ibu melakukan penanganan dengan tepat dan cepat. Tetap semangat dan sehat ya.
Mengenal Bahaya dan Cara Mengatasi Hipertensi Pada Ibu Hamil Rating: 4.5 Posted By: tentang ibu