Monday, 5 September 2016

Minum Jamu Saat Masa Kehamilan, Bolehkah?

Advertisement
Advertisement
Bolehkah ibu hamil minum jamu“jamu.. jamu..”, mungkin Anda tidak asing mendengar teriakan ibu-ibu penjual jamu yang menjajakan dagangannya di sekitar rumah Anda. Yups, jamu memang menjadi minuman harian yang erat kaitannya dengan masyarakat Indonesia.

Jamu memiliki kaitan yang sulit dipisahkan dari tradisi masyarakat Indonesia. Banyak orang yang mempercayai minuman tradisional ini sebagai alternatif hidup sehat yang mampu menghalau segala macam penyakit bahkan menyembuhkannya. Bahan jamu yang terbuat dari alam seringkali juga dijadikan alasan bahwa produk ini lebih sehat dibandingkan obat modern kimiawi.

Terdapat beragam ramuan jamu yang bisa disesuaikan dengan kondisi konsumen, termasuk jamu sehat untuk ibu hamil. Berbicara mengenai ramuan jamu selama kehamilan, apakah sesungguhnya aman mengonsumsinya? Bolehkah ibu hamil minum jamu? Adakah dampak yang bisa ditimbulkan pada kesehatan diri maupun janin? Jika penasaran, mari simak informasi selengkapnya berikut ini:

Bolehkah ibu hamil minum jamu
  • Mengenal Jamu
Anda yang belum mengetahui jawaban atas pertanyaan bolehkah ibu hamil minum jamu, sebaiknya terlebih dahulu mengetahui esensi dari jamu itu sendiri. Jamu merupakan nama khusus yang disematkan untuk obat tradisional Indonesia yang juga populer disebut herba maupun herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alam, seperti rimpang, daun, kulit batang, maupun buah dari tumbuhan tertentu. Tak jarang pula obat tradisional ini menggunakan bagian dari tubuh hewan, seperti kuning telur ayam kampung, empedu kambing, empedu ular, dan lain sebagainya.
  • Keamanan jamu bagi ibu hamil
Menanyakan bolehkah ibu hamil minum jamu merupakan sebuah hal yang patut ditanyakan untuk menjamin kesehatan sang ibu dan calon jabang bayi. Menurut ilmu kedokteran, meminum jamu selama mengandung bukanlah hal yang direkomendasikan karena berpotensi mengganggu kehamilan. Apabila ibu tetap ingin mengonsumsi jamu, sebaiknya Anda mengonsultasikan kepada dokter kandungan terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.
  • Bahaya minum jamu untuk ibu hamil
Mengonsumsi jamu secara sembarangan dapat memicu terjadinya beberapa gangguan selama kehamilan. Beberapa kejadian yang mungkin terjadi apabila Anda tetap memaksa mengonsumsi jamu tradisional tanpa pengawasan dokter, antara lain:
  1. Ketuban keruh : keruhnya air ketuban menjadi masalah yang cukup umum apabila ibu terbiasa mengonsumsi jamu yang mana air ketuban yang seharusnya bening dapat menjadi kental dan berwarna hijau keruh, bahkan menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini tentu saja membahayakan karena bayi dapat saja kesulitan bernafas sewaktu dilahirkan. Bukan hanya itu, air ketuban keruh tersebut juga dapat membahayakan apabila terhirup sang calon bayi.
  2. Teratogenik : merupakan sebuah kelainan yang dapat menyebabkan cacat pada bayi sebagai akibat dari mengonsumsi konsentrat yang tidak direkomendasikan. Zat yang mungkin ada dalam jamu ini bisa mengakibatkan kecacatan bahkan membahayakan nyawa jabang bayi.
  3. Hypertrohic Pyloric Stenosis : adalah sebuah kelainan yang mana otot pengubung lambung dengan usus menebal sehingga menyebabkan kebuntuhan.
  4. Kelainan jantung : pengonsumsian jamu secara sembarangan dapat menyebabkan kelainan jantung pada janin yang cukup berbahaya.
Jawaban atas pertanyaan bolehkah ibu hamil minum jamu sudah Anda temukan dalam artikel tersebut ‘kan? Memang pada dasarnya seorang ibu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi apapun secara sembarangan, termasuk jamu tradisional. Namun tentu saja bukan berarti hal tersebut benar-benar dilarang lho.

Anda yang tetap merasa kurang sreg tanpa minum jamu dapat menanyakannya terlebih dahulu kepada dokter kandungan langganan. Apabila sang dokter membolehkan maka Anda bisa mengonsumsinya, namun jika tidak sebaiknya dijauhi demi keselamatan anak. Tetap sehat dan semangat ya bu.
Minum Jamu Saat Masa Kehamilan, Bolehkah? Rating: 4.5 Posted By: tentang ibu